Bicara tentang batu cincin, banyak sekali batu mulia yang dapat digunakan untuk perhiasan. Contoh batu perhiasan yang terkenal untuk digunakan adalah batu blue safir. Penampilan batu ini yang sangat cantik membuat banyak orang ingin memiliki perhiasan dengan batu ini. Nah, Sudahkah Anda tahu Asal, Jenis, dan Perawatan Batu Safir (Sapphire)? Berikut penjelasan sekilas tentang Batu Safir.

Asal Batu Safir

Batu Safir adalah varietas dari mineral Corundum yang berkualitas. Merupakan batu paling keras kedua setelah berlian (diamond), dengan tingkat kekerasan 9 skala Mohs. Nama Corundum berasal dari kata Sansekerta “Kuruvindam”, yang memiliki arti “Ruby Sapphire”, sedangkan nama Sapphire berasal dari kata Persia “Safir”, yang diambil dari kata Yunani yang berarti warna “Biru”.

Batu Safir ditemukan hanya di beberapa lokasi di dunia. Tiga daerah yang terkenal sebagai penghasil batu safir biru adalah Burma, Kashmir, dan Sri Lanka. Batu Safir juga ditambang di beberapa wilayah di Asia, seperti Kamboja, Vietnam, Thailand, dan India. Pada tahun 2007, Madagascar merupakan penghasil Safir terbanyak di dunia, dan Sri Lanka menjadi satu-satunya produsen batu Safir biru yang kualitasnya paling bagus.



Informasi Penting tentang Batu Safir
Informasi Penting tentang Batu Safir

Jenis Batu Safir

Batu Safir memiliki rumus kimia Al2O3 dengan berat jenis sekitar 3,95 sampai 4,03 tergantung dengan jenis batu Safir itu sendiri. Indeks biasnya sekitar 1,762 – 1,788. Batu Safir termasuk ke dalam sistem kristal trigonal. Bentuk kristalnya sendiri berbeda-beda tergantung pada jenis dan daerah asalnya.

Batu Safir biasanya diberi nama berdasarkan warnanya: misalnya, Yellow Sapphire, Violet Sapphire, Green Sapphire, dll. Batu Safir biru asal Sri Lanka kadang disebut sebagai “Ceylon Sapphire”. Batu Safir putih bening disebut Leuko-Sapphire, dan Batu Safir berwarna oranye kemerahmudaan yang langka dikenal sebagai “padparadscha", berasal dari kata Sinhala yang artinya “Bunga Teratai”. Nama lain seperti Oriental Topaz (untuk batu Safir Kuning) dan Oriental Peridot (untuk batu Safir hijau atau batu Green Safir).

Ada juga beberapa nama batu Safir yang diambil berdasarkan bentuknya, seperti Color-Change Sapphire (batu Safir dapat berubah warna berdasarkan kondisi cahaya di sekelilingnya) dan Star Sapphire (batu Safir dengan pola tanda bintang). Karena Safir memiliki beraneka warna, batu ini sering juga dikenali sebagai batu permata lain seperti Beryl, Zircon, Spinel, Chrysoberyl, Tourmaline, dan Quartz (Kuarsa). Namun, Safir mempunyai daya tahan dan tingkat kekerasan yang tinggi sehingga sangat mudah untuk membedakan batu safir asli dengan batu permata berwarna serupa lainnya.

Informasi Penting tentang Batu Safir
Informasi Penting tentang Batu Safir

Perawatan Batu Safir

Batu Safir dapat dibersihkan dengan menggunakan kain yang lembut atau sikat dan air sabun biasa. Setelah menyeka, pastikan untuk membilas bersih Safir Anda untuk menghilangkan residu sabun. Hindarkan dari suhu panas yang ekstrim, karena safir bisa berubah warna di bawah suhu panas tersebut. Dan juga, hindari penggunaan pembersih berbahan kimia keras ketika membersihkannya, karena bisa menyebabkan korosi.

Meskipun tergolong keras, tetap dianjurkan untuk selalu melepas perhiasan Safir sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat, terutama saat berolahraga. Simpan batu permata safir dengan membungkusnya dengan kain yang lembut atau menempatkannya di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain.

Toko Perhiasan Berlian Malang

Artikel Pilihan Lainnya

Keunikan dan Fakta Tentang Batu Merah Delima (Batu Ruby)

Artikel / Keunikan dan Fakta tentang Batu Ruby / Batu Permata Ruby

Treatment untuk Menghilangkan Goresan Pada Batu Safir

Artikel / Tips Menghilangkan Goresan Pada Batu Safir / Batu Safir

Jenis Batu Permata Berdasarkan Shio.

artikel/ batu permata berdasarkan shio